ICYO REFLECTION: SUNGGUH-SUNGGUH? SUNGGUH.

23/08/2015
Hendi Wiraatmadja

 

photo-1434077471918-4ea96e6e45d5

HOSEA 6: 1-6

6:1 “Mari, kita akan berbalik kepada TUHAN, sebab Dialah yang telah menerkam dan yang akan menyembuhkan kita, yang telah memukul dan yang akan membalut kita. 6:2 Ia akan menghidupkan kita sesudah dua hari, pada hari yang ketiga Ia akan membangkitkan kita, dan kita akan hidup di hadapan-Nya. 6:3 Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal TUHAN; Ia pasti muncul seperti fajar, Ia akan datang kepada kita seperti hujan, seperti hujan pada akhir musim yang mengairi bumi.” 6:4 Apakah yang akan Kulakukan kepadamu, hai Efraim? Apakah yang akan Kulakukan kepadamu, hai Yehuda? Kasih setiamu seperti kabut pagi, dan seperti embun yang hilang pagi-pagi benar. 6:5 Sebab itu Aku telah meremukkan mereka dengan perantaraan nabi-nabi, Aku telah membunuh mereka dengan perkataan mulut-Ku, dan hukum-Ku keluar seperti terang. 6:6 Sebab Aku menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih dari pada korban-korban bakaran.


 

Alangkah baiknya jika kita kembali merefleksi diri, apakah kita sebagai umat Katolik sudah mengasihi Tuhan secara sungguh-sungguh? Apakah kita telah menunjukkan kasih setia kepadaNya di saat keadaan suka ataupun duka?

Karena dalam ayat ini,  menceritakan bahwa Allah itu kekal dan Dia ingin kita mempunyai hubungan khusus dan pribadi denganNya serta mengenal dalam akan anugerah dan kuasaNya dalam kehidupan kita. Kata ‘menyembuhkan dan membalut‘ yang bisa diartikan pemulihan. Dalam kesempatan kali ini, kita diajak untuk berbalik kepadaNya, Ia mengajak kita untuk mengikuti jalan Tuhan , dan mengenalNya lebih dekat lagi. Setelah itu, Tuhanlah yang akan bekerja memulihkan kita dan membangkitkan kita kembali. Allah menghendaki kita untuk bertobat, menyesali dosa-dosa yang telah kita lakukan.

Pada ayat ketiga, dijelaskan bahwa orang yang percaya dan berusaha untuk mengenal Yesus akan diselamatkan. Allah akan datang untuk membawa terang yang diartikan seperti fajar. Karna, ketika Yesus kembali ke Surga, di situlah Roh Kudus akan diturunkan ke bumi. Dengan Roh Kuduslah, Tuhan Yesus menunjukkan kasih yang tiada batasnya. Dengan ini juga, kita dapat merasakan kerinduan untuk mengenalNya dan merasakan kehadiranNya. Hal itu dilakukan sehingga kita tidak memberikan kasih yang sesaat saja seperti kabut pagi. Apabila Tuhan berkata bahwa diriNya mencintai kasih setia dan pengenalan akan Allah daripada korban sembelihan dan bakaran, jelaslah bagi kita anak-anakNya untuk bertobat dengan cara mengasihi sesama kita dengan setia dan sungguh-sungguh.

 

Salam ICYO

No comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *